Google

Saturday, December 29, 2007

Membeli Produk Properti Sama dengan Membeli Mimpi

Membeli Produk Properti Sama dengan Membeli Mimpi

PENGUSAHA yang sudah lama berkecimpung dalam industri properti, Ciputra, pernah mengatakan menjual produk properti ibarat "menjual mimpi". Ketika pada tahun 1970-an, Ciputra menawarkan ide pembangunan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta banyak kalangan yang meragukan. Demikian juga ketika Ciputra hendak membangun kawasan Pondok Indah, beberapa kalangan memandang sebelah mata dan menganggap ide tersebut tidak lebih dari sekadar mimpi belaka.

AKAN tetapi setelah sekian puluh tahun, Taman Impian Jaya Ancol kini menjadi tujuan utama masyarakat yang akan melakukan rekreasi maupun istirahat. Demikian pula kawasan Pondok Indah Jakarta, sekarang sudah menjadi lingkungan perumahan elite.

Dalam bisnis properti, menjual mimpi bukan sebatas mimpi kosong tetapi bagaimana pihak pengembang (developer) bisa benar-benar mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Konkretnya, pengembang bukan sekadar membangun rumah dengan bentuk arsitektur rumah-rumah yang artistik, tetapi juga bisa membangun infrastruktur yang lengkap di kawasan perumahan tersebut. Sehingga penghuni tidak sekadar menikmati rumah sebagai tempat istirahat, tetapi sekaligus bisa merasakan kenyamanan lingkungan perumahan yang asri dan menawan.

Dalam suatu kawasan perumahan yang luas biasanya ada lagi lingkungan rumah-rumah eksklusif dengan jumlah rumah yang terbatas atau biasa disebut cluster. Untuk menarik pembeli, biasanya cluster itu diberi nama yang berbau luar negeri sebagai merk dagang. Misalnya, kawasan perumahan Bumi Citra Fajar (BCF) di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki cluster bernama Citra Padova.

Menurut Adri Istambul Gayo, Managing Director Dua Sekawan Grup, perusahaan yang membangun BCF, nama Citra Padova terilhami ketika ia berjalan-jalan ke Italia pada tahun 2002. Rumah-rumah di cluster Citra Padova sampai sekarang masih dibangun, demikian pula infrastruktur di cluster tersebut sampai sekarang belum selesai. Oleh karena itu, belum biasa dirasakan adanya eksklusivitas dari penghuni di lingkungan Citra Padova BCF ini.

Menurut Adri, rumah-rumah di dalam cluster itu dibuat dengan konsep mewah, namun dengan harga terjangkau yakni antara Rp 220 juta sampai Rp 350 juta per unit. Tampaknya dia tak peduli dengan image se- bagian masyarakat Surabaya bahwa lingkar Timur Sidoarjo tempat di mana BCF berada ter- masuk salah satu daerah banjir karena berada di dataran rendah yang sebelumnya merupakan kawasan tambak udang.

>small 2small 0< cluster saat ini sudah menjadi fenomena di hampir semua perumahan baik di lingkungan perumahan untuk segmen masyarakat menengah bawah maupun cluster di kawasan perumahan masyarakat menengah atas.

Di kawasan perumahan Citra Raya (sebelum krisis ekonomi bernama Citra Land) di Kawasan Surabaya Barat, Jawa Timur, juga terdapat rumah- rumah eksklusif yang dibangun dalam sebuah cluster yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat berduit dengan harga di atas Rp 1 miliar per unit.

Harga rumah paling murah di Cluster Royal Park Citra Raya sebesar Rp 464 juta (tipe Royal Princess) dengan luas tanah 150 meter persegi, sedangkan luas bangunannya 84 m2. Adapun harga rumah termahal tipe Royal King (LB 231 m2 dan LT 210 m2) dijual Rp 1,019 miliar.

Ada tiga lagi cluster di kawasan Citra Raya Surabaya dengan harga rumah yang sangat tinggi. Yakni cluster Puri Widya Utama, Palm Hill, dan Puri Sentra Raya. Harga rumah di ketiga cluster tersebut semuanya dijual antara Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,8 miliar per unit. Menurut Denny Bernardus, Marketing Manager Citra Raya, sejak setahun terakhir ini pihaknya memasarkan rumah untuk golongan masyarakat menengah bawah di kawasan Bukit Palma. Harganya antara Rp 61,6 juta sampai Rp 203 juta per unit.

"Kawasan terbaru ini (Bukit Palma) dibangun sesuai dengan komitmen Pak Ci (Ciputra) selaku pemegang saham untuk dapat menyediakan papan sebanyak mungkin bagi semua lapisan masyarakat," ujar Denny. Sebelum krisis moneter tahun 1997, Citra Land (sekarang Citra Raya) memang lebih membidik segmen masyarakat menengah atas. Namun, setelah Grup Ciputra dihantam badai krisis moneter, fokus usaha kelompok usaha ini berusaha membidik semua lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, sekarang Citra Raya berusaha untuk bisa menjual rumah bagi semua golongan masyarakat. Infrastruktur yang sudah, sedang, dan akan dibangun Citra Raya, antara lain lapangan golf 27 hole (120 hektar), sekolah, dan tempat ibadah (150 hektar), dan kawasan rekreasi keluarga (100 hektar). Secara keseluruhan luas areal kawasan Citra Raya sekitar 2.000 hektar.

>small 2small 0< masyarakat Jakarta dan sekitarnya mungkin akan membayangkan Citra Raya Surabaya seperti kawasan perumahan Citra Raya yang terdapat di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Meskipun pemilik dan nama kedua kawasan perumahan tersebut sama, namun konsep dan harga rumah yang ditawarkan di dua lokasi perumahan tersebut sangat berbeda.

Dari segi marketing, sangat boleh jadi image Citra Raya di Surabaya akan terbawa turun jika masyarakat di Jakarta dan sekitarnya memandang produk perumahan Grup Ciputra di Surabaya sama dengan kawasan perumahan Citra Raya di Tangerang.

Duplikasi brand name ini memang bisa meningkatkan nilai suatu produk, tetapi bisa sebaliknya kalau produk yang lebih dulu diperkenalkan kepada konsumen adalah produk untuk segmen menengah bawah. Dalam kondisi seperti sekarang, kepemilikan produk properti bisa dimiliki konsumen dari daerah mana saja di Indonesia.

Oleh karena itu, masyarakat khususnya investor yang tinggal di Jakarta bisa saja membeli rumah atau produk properti lainnya di Surabaya untuk tujuan investasi. Apalagi, misalnya, pertumbuhan kenaikan harga properti di Surabaya lebih menjanjikan ketimbang di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga kalau image masyarakat terhadap suatu produk (properti) sudah terbentuk, biasanya agak sulit untuk mengubahnya.

Ketika overlapping dalam penamaan kawasan perumahan Citra Raya ditanyakan kepada Denny Bernardus, dia mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan pihak manajemen. Mungkin saja masyarakat di Surabaya dan sekitarnya akan menilai Citra Raya di daerahnya sebagai kawasan perumahan menengah atas.

>small 2small 0< masyarakat Jakarta dan sekitarnya barangkali akan memandang kawasan perumahan Citra Raya di Tangerang sebagai kawasan perumahan menengah bawah meski sebelum krisis ekonomi kawasan ini sebenarnya juga dirancang sebagai kota bernuansa seni yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah atas. Meskipun dari segi konsep mungkin sama, harga tanah di Citra Raya Tangerang dan Citra Raya Surabaya jelas berbeda.

Terlepas dari itu, kata Denny Bernardus, manajemen Citra Raya Surabaya berkeinginan untuk ikut mendidik konsumen sebelum mereka memutuskan untuk membeli rumah. Perusahaan pengembang ini tidak ingin sekadar menjual rumah atau hanya mengejar target penjualan, tetapi juga memikirkan kepuasan konsumen baik terhadap produk rumahnya itu sendiri maupun atas infrastruktur yang ada.

"Bahkan kami juga ingin memberikan informasi yang lengkap tentang prospek kawasan ini (Surabaya Barat). Tidak itu saja, kami juga ingin memberitahukan soal harga rumah/ruko yang wajar dan yang tidak wajar," katanya.

Sebagian masyarakat berduit di Kota Surabaya saat ini memang terkesan bingung dalam menginvestasikan dana mereka terutama setelah suku bunga deposito perbankan terus menurun. Oleh karena itu, sebagian dari mereka ada yang panik ketika membeli produk properti di lokasi yang memiliki prospek baik.

Menurut mantan Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim Gatut Prasetyo banyak orang di Surabaya yang sepintas terkesan seperti orang biasa, namun mereka memiliki simpanan di bank lebih dari Rp 1 miliar. "Kalau kita melihat dari penampilannya sih, tidak kelihatan seperti orang kaya. Tapi simpanannya di bank banyak sekali," ujar Gatut menceritakan kisah istrinya yang bekerja di bank.

Lain dengan gaya hidup sebagian orang Jakarta, baru menjadi orang kaya sedikit saja, perilakunya adakalanya sudah berlebihan. Padahal, mungkin saja kekayaanya itu hasil dari praktik korupsi atau pinjaman dari bank. Namun, terlepas dari asal- usul kekayaan seseorang, yang jelas di saat suku bunga turun seperti sekarang banyak orang yang kemudian mengalihkan sebagian simpanannya ke sektor properti karena bisa memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang.

Dalam bisnis properti, kiat utama yang harus dipegang masyarakat atau investor adalah lokasi. Misalnya, sekarang lokasi yang menjadi incaran sebagian masyarakat Surabaya adalah kawasan Surabaya Barat.

Jika persepsi soal masa depan suatu lokasi sudah terbentuk dalam kepala setiap konsumen atau investor, niscaya kenaikan harga tanah dan rumah di lokasi tersebut tidak bisa dibendung. Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan ada tiga hal yang harus dipertimbangkaan masyarakat sebelum membeli properti.

"Pertama, lokasi. Kedua, lokasi. Ketiga, juga lokasi," katanya. Ini bukan lelucon tetapi faktor lokasi memang sangat berperan dalam meningkatkan nilai tambah aset properti. (TJAHJA GUNAWAN)

Friday, December 28, 2007

Menghadirkan Healing Enviroment Pada Griya

Menghadirkan Healing Enviroment Pada Griya



Membangun rumah jangan hanya mementingkan fisik, tapi juga harus mampu menumbuhkan suasana nyaman dan sehat.

Setiap kali membangun rumah, yang pertama kali dilihat adalah kekuatan fisik maupun desainnya. Ini tentu tidak ada salahnya, tapi akan lebih baik apabila memperhatikan pula unsur lain yang tak kalah penting, yakni bagaimana menghadirkan kenyamanan sesuai konsep healing environment.

Healing enviroment selama ini mungkin belum familier diterapkan pada griya. Konsep ini di Indonesia memang masih lebih banyak diasosiasikan untuk merancang bangunan rumah sakit. Akan tetapi, seiring perkembangan teknik rancang bangun dan desain interior, konsep ini nyatanya bisa diaplikasikan pada sebuah tempat tinggal.

Namun pertama-tama, perlu diperjelas dahulu apa yang dimaksud dengan konsep healing environment tersebut. Seperti dijelaskan oleh desain interior dari Indonesian Interior and Architectural Space (INIAS), Naning Adiwoso, istilah healing enviroment adalah satu konsep yang sering disalahartikan sebagai berbagai fasilitas dalam rumah sakit.

Padahal esensinya lebih dalam dari itu. Healing environment bertujuan menciptakan suasana seimbang guna mendukung kesehatan jiwa maupun raga dalam satu kesatuan utuh dan terintegrasi. ''Jadi bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan menumbuhkan suasana nyaman dan sehat dalam sebuah bangunan,'' ungkap Naning pada acara Healthcare Seminar Series, di Jakarta, Rabu (31/5) lalu.

Di luar negeri, lanjut dia, healing environment ini sudah berkembang sejak tahun 90-an, dan telah banyak pula diterapkan pula pada bangunan rumah tinggal. Begitu pun di Indonesia, sejumlah pengembang maupun individu sudah mulai mewujudkannya demi memenuhi tuntutan dan kebutuhan lingkungan yang lebih sehat.

Naning menambahkan, dalam desain bergaya apa pun, baik modern minimalis, klasik, mediteranian, dan sebagainya, healing environment ini bisa diaplikasikan. Tinggal tergantung penyelarasannya dengan keseluruhan ruang serta elemen rumah.

Intinya, healing environment adalah membangun suasana, yakni bagaimana ketika masuk ke rumah, orang akan merasa enjoy, comfortable, atau secure. ''Jangan di pintu depan, kita sudah harus melihatnya dengan cat berwarna hitam, tentu akan langsung merasakan kesan tidak baik. Pilihlah warna dengan motif yang nyaman dan menentramkan,'' kata Naning mencontohkan.

Begitu juga ruang tamu atau makan, pemakaian warna soft serta penataan lighting dan interior yang tepat, akan mampu mendukung penyajian konsep tadi. ''Hindari pemilihan warna ngejreng, misalnya orange, atau peletakan lukisan dinding bergambar gelap, ini justru akan sangat mengganggu.''

Naning mengingatkan, membangun suasana bukan sekadar dilihat dari desain fisik rumah, jenis furniture atau ornamennya, melainkan padu padannya semua unsur-unsur untuk dapat memberikan rangsangan positif bagi kelima panca indera. ''Kita pasti tidak mengharapkan sewaktu masuk ke rumah, ada bau sampah yang menyengat, udara terasa sumuk atau melihat pemandangan rumah tidak tertata rapi,'' dia menjelaskan.

Tiga unsur
Pada dasarnya terdapat tiga unsur penting yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan konsep healing environment, yakni body, mind, dan spirit. Dengan ergonomi body yang leluasa, dukungan desain yang membawa kesejukan bagi mind, pada akhirnya akan dapat mendorong spirit ke arah keseimbangan fungsi.

Oleh karenanya tidak ada penerapan aturan baku di sini. Semua diserahkan pada keinginan, usia, selera, dan budaya masing-masing individu. ''Tergantung gaya hidupnya seperti apa, jika dia bergaya modern, tapi memilih warna cat yang klasik, contohnya, kan jadi kurang pas,'' imbuh Naning.

Lebih jauh, diungkapkan beberapa prinsip pada kaitan ini. Pertama, healing environment harus memperhatikan kebutuhan akan rasa nyaman dan harga diri sebagai manusia, kedua, pengetahuan bisa menjadi kunci utama untuk mengurangi rasa takut, desain yang meningkatkan pemahaman juga bisa mendorong berkembangnya healing environment.

Ketiga, hubungan antarpikiran dengan tubuh, placebo dan biologi keyakinan, memiliki dampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan individu. Desain sebuah healing place setidaknya harus bisa mendukung pembangkitan kekuatan manusia untuk mengatasi segala hal yang negatif.

Keempat, semakin banyak bukti menyatakan bahwa akses ke alam akan sangat berarti dan menyenangkan. Kelima, healing environment harus memperhatikan kebutuhan mendasar dan hasrat manusia untuk mencari arti spiritual dalam lingkungan yang 'menekan'. yus

Mampu Meminimalisasi Gejala Stres

Di samping pada desain rumah, healing environment pun dapat diterapkan pada rancangan taman serta tanaman indoor. Menurut pendapat arsitek landskap, Anggia Murni, semakin canggih dan modern suatu masyarakat, maka kebutuhan akan sebuah suasana yang alami akan tidak terelakkan guna menghadirkan keseimbangan.

Nuansa alami seperti pada kebun, taman, atau tanaman dalam pot, secara psikologis akan mampu menumbuhkan elemen-elemen positif pada diri seseorang, mengurangi emosi negatif serta meminimalkan gejala stes. Sehingga cukup penting fungsi sebuah taman dalam mendukung proses penciptaan healing environment tadi. Penataannya pun harus mampu menciptakan suasana menyenangkan, nyaman, serta alami.

Dikatakan, pemilihan jenis tanaman dan landskap ornamen (geseran kaki, foot path, batu alam), harus disesuaikan dengan desain rumah secara keseluruhan. ''Arsitektur, arsitektur landskap, maupun desain urban sudah menjadi kesatuan integral,'' kata dia lagi.

Maka dari itu, kehadiran indoor plants misalnya, harus direncanakan dari awal bersamaan dengan perencanaan bangunan. Konsep ini juga harus berkaitan dengan jenis tanaman (sesuaikan dengan atmosfer bangunan), aklimatisasi, mobilisasi dan waktu penanaman, media tanam, pencahayaan, serta perawatan.

Unsur penempatannya pun, lanjut dia, tidak bisa sembarangan. Ruang untuk indoor plants harus memperhitungkan tinggi atau dalamnya planters box, sistem pengairan, pot bersifat menetap atau rotasi, dan tidak menganggu sirkulasi manusia. Adapun prinsip desain pada kaitan ini antara lain simpel, keragaman, keseimbangan, skala, dan keutamaan.
(n yus )

Saturday, December 22, 2007

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

SAAT ini terbatasnya uang sudah tidak relevan lagi sebagaialasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi dikota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikanrumah.

BAHKAN masyarakat di perkotaan cenderung ingin memiliki rumah yangpraktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidakmengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumahmungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.

Sebenarnya, masih sulit untuk mendefinisikan rumah mungil karenamenurut Prima Haris, konsultan dan pengasuh rubrik konsultasi desaininterior di tabloid Rumah, rumah seluas 135 meter persegi pun masihbisa disebut mungil. Belum lagi jika kita menilik kemampuan orang kayadan miskin dalam membangun rumah.

Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsipokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dansempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yangtepat agar nyaman dan terkesan luas.

Menarik untuk dikaji, tips 3 in 1 + Prima Haris, dalam acara TemuPembaca Tabloid Rumah, di Bandung, Rabu (15/6). Temu pembaca inimerupakan salah satu rangkaian acara Kompas- Gramedia Fair bersama BNITapenas yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) InstitutTeknologi Bandung (ITB), 14-19 Juni 2005.

PERTAMA, jadikanlah rumah mungil sebagaicerminan gaya hidup kita. “Interior ialah jiwa yang punya rumah,” tuturHaris. Maksudnya, sesuaikanlah desain interior rumah kita dengankarakter dan gaya hidup kita sehari-hari.

Orang yang suka membawa pekerjaan ke rumah bisa saja menata ruangkerjanya sedikit berbeda dengan desain ruangan lainnya. Ini dilakukanagar mereka dapat bekerja senyaman mungkin.

Lain “si tukang kerja”, lain pula “si tukang mandi”. Misalnya,seorang seniman yang senang berlama-lama di kamar mandi karena kerapmendapat inspirasi di sana bisa menambahkan aksesori dan fungsitambahan pada ruangan. Aksesori tambahan itu akhirnya bisa berfungsisebagai sarana untuk bekerja.

Kedua, ruangan yang sempit dapat memberikankesan yang luas jika kita mempertimbangkan pilihan warna cat,keberadaan cermin dan kaca, serta minimnya aksesori.

Haris, yang juga alumnus Teknik Arsitektur ITB ini, menjelaskan,warna senada atau yang masih satu turunan sebaiknya menjadi pilihankita ketika mengecat rumah. Jadi jangan memilih warna-warna yang gelapkarena akan memberikan kesan sempit pada ruangan. Pilihlah warna yangdapat memberikan kesan ringan dan teduh.

Namun, patut diingat, pilihan warna cat ini pun harus disesuaikandengan fungsi ruangan. Warna yang lembut dan ringan, seperti biru danungu, kurang cocok untuk ruangan belajar anak karena akan memberikankesan teduh. Akibatnya, anak akan kurang bergairah belajar. Merah danoranye, yang bersifat ceria serta riang, adalah contoh warna yangjustru cocok untuk kondisi belajar anak.

FAKTOR pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan.Cahaya lampu, menurut Haris, hanya ada dua, yaitu kuning dan putih.Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin,formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat,segar, alami, dan romantis.

Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangandi luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. “Adanyakaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis,memberikan kesan bahwa ruangan itu luas,” tutur Haris.

Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalamruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar mataharileluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.

Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkansatu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dansempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufetkecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.

Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilihmebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memilikiwarna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dansempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kitasehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, sepertipepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikankesegaran pada ruangan.

PEMANFAATAN ruang-ruang kosong yang ada di rumah untuk menaruhbarang-barang merupakan faktor ketiga dari konsep 3 in 1. Misalnya,ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untukmenyimpan beberapa jenis barang.

Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapatlebih difungsikan. Berburu ruang sisa, itulah istilah Haris. “Denganbegitu, satu tempat bisa saja multifungsi,” ujar pria yang pernahmenjadi Direktur Indonesian Interior and Architectural Space ResourceCenter ini.

“Dinding menganggur, no way,” kata Haris. Justru di dindinglahterdapat kekayaan kita. Selain ketiga hal di atas, dinding rumah pundapat dimanfaatkan. Ia mengatakan, kita bisa saja membuat rak buku didinding rumah. Namun, warna rak pun jangan terlalu kontras dengan warnadinding yang ada.

Bagi yang ingin memasang wallpaper, pakailahyang bermotif dan berwarna ringan. Corak lekukan daun yang lebar-lebar,misalnya, justru bisa menyita pandangan. Warna polos dengan garistipis-tipis dan kotak kecil-kecil malah dapat mengistirahatkanpandangan dan pikiran kita sehingga menjadi rileks.

Jarak lantai dan plafon pun tak luput jadi perhatian Haris. Jarakyang sempit di antara keduanya seolah mempersempit ruang gerak kita.Luasnya jarak antara lantai dan plafon justru membuat kita lebihleluasa bergerak dan sirkulasi udara pun lancar.

Ditanya mengenai estetika penataan rumah mungil, Haris menjawab,”Bagi saya saja yang seorang desainer interior, yang penting nyaman.Estetika nomor dua.” Dalam perkembangan selanjutnya, tentunya rumahmungil pun akan berubah karena bertambahnya beberapa hal.

Bertambahnya anggota dan aktivitas keluarga, kebutuhan ruang, danpeningkatan kualitas hidup adalah beberapa di antaranya. Akan tetapi,yang perlu diingat dalam merenovasi adalah mengenali rumah kitaterlebih dulu, menghitung kebutuhan ruang, dan menentukan skalaprioritas. (D11)

Kompas Online

Tips Renovasi Rumah

Tips Renovasi Rumah

Amelia Ayu Kinanti - detikHot

Mau tahu tips merenovasi rumah? Ini dia:

1. Tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.

2. Buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, 1.Atap yang bocor, 2. Cat yang terkelupas, 3. dan lain-lain.

3. Pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget Anda.

4. Sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai. Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.

5. Jika ingin mendesain ulang rumah, sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan dan furniture baru.

Selamat Mencoba !(eny/eny)

Monday, December 17, 2007

PLUS MINUS GAYA MINIMALIS

PLUS MINUS GAYA MINIMALIS

Tren rumah bergaya minimalis masih bertahan hingga kini. Cirinya, bentuk rumah maupun perabotnya serba sederhana. Meskipun terlihat simpel, bukan berarti rumah minimalis tak memiliki kelemahan. Apa saja kelebihan dan kelemahan rumah jenis ini?

Detail Rumah bergaya minimalis banyak jadi pilihan kaum urban. Dari namanya, rumah minimalis merupakan rumah dengan tampak, struktur, dan tata ruang yang sederhana (minimal). "Bentuknya yang simpel dan straight forward membuatnya cocok dengan gaya hidup yang urban, dinamis, serba cepat dan praktis. Untuk aplikasi rumah minimalis, tidak terbatas pada ukuran atau luas tanah," tutur Yuni Jie, pengarang buku Modern Interior Design.

Rumah minimalis dapat dikenali melalui bentuknya yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan rumah jenis klasik, mediteranian, atau kolonial. "Gaya hidup pemiliknya pun membeli benda-benda yang memang sesuai kebutuhan saja. Rumah jenis minimalis akan lebih terlihat garis-garis desainnya jika barang tertata rapi," lanjut desainer furnitur dan interior yang karyanya kerap dipamerkan di berbagai ajang bergengsi internasional ini.

Barang-barang yang lainnya dapat disimpan di dalam lemari dengan pintu tertutup sehingga tidak terekspos dan tidak mengganggu pandangan. Sementara untuk pemilihan warna, "Dapat dipilih warna-warna dengan nuansa yang lebih netral seperti putih, abu-abu, atau cokelat muda. Dengan warna seperti ini ruangan pun akan terlihat lebih bersih, lapang dan terbuka."

DetailHarus Presisi

Kelebihan rumah minimalis, menurut peraih predikat Honor of Excellence dari Pratt Institute, New York, ini bentuk desain yang sederhana membuat gaya minimalis tidak lekang oleh waktu. "Perawatannya juga tidak terlalu merepotkan. Yang perlu disesuaikan adalah gaya hidup si penghuni. Gaya hidup yang rapi dan bersih sangat diperlukan bagi penghuni rumah dengan jenis ini. Biar bagaimana pun hunian seseorang merupakan cermin daripada kepribadiannya."

Hanya saja, ada kelemahannnya yaitu dari segi pembuatannya. Karena sifatnya yang sangat presisi, rumah minimalis harus dibangun dengan amat teliti. "Detail sambungan pada furniture atau acian dinding yang smooth (halus) sangat diperlukan untuk mewujudkan hasil yang sempurna. Otomatis biayanya pun dapat berakhir dengan angka yang lebih tinggi dibandingkan membangun rumah dengan gaya lain yang tidak memerlukan kecermatan tinggi."

Begitu juga dengan atap rumah. Secara struktural, rumah minimalis harus memiliki atap dengan sudut kemiringan tertentu. "Walaupun atap rumah berbentuk kotak, pasti akan sedikit miring guna mencegah air yang menampung karena hujan." Sama dengan rumah jenis apapun, pada permukaan yang rendah di rumah minimalis juga harus ada pipa air /gutter supaya air kemudian dapat mengalir turun ke bawah.

Fungsi Furnitur

Senada dengan Yuni, arsitek Nadia Erithiany dari Banco menandaskan, ciri paling menonjol rumah minimalis semuanya serba simpel, garis tegas, persegi, kotak-kotak, dan serba siku. "Jika saja ada bentuk lengkungnya, bukan minimalis lagi," jelas Nadia. Bahkan minimalis murni lantai rumah tidak difinishing. "Enggak pakai keramik cuma diplester atau dikasih tekstur batu. Begitu juga dengan pergola, tidak lengkung, tapi lurus, garisnya tegas, dan simpel."

Menurut Nadia, yang sering membuat furnitur minimalis ini, dari segi pembuatan furnitur tak banyak kendala. "Beda, kan, dengan gaya klasik ada ukir-ukiran. Perawatan dan harganya pun tak murah. Sementara gaya minimalis modelnya simple, sehingga gampang membuatnya. Bahkan tiap funitur ada fungsinya," papar Nadia.

Misalnya saja, tempat tidur Banco yang ukurannya cukup besar ini. "Meski besar tapi diisi dengan kasur dengan ukuran lebih kecil dan diletakkan di tengah. Maksudnya tak lain agar di kanan kiri tersisa tempat untuk duduk. Sementara di sisi lain ada laci untuk menyimpan sprei atau handuk," tutur Nadia yang setuju jika tren minimalis akan bertahan lama. "Karena kebutuhan orang, kan, tak ingin yang berat-berat, tapi simpel dan rapi."

Tambahkan Tanaman
1. Rumah minimalis berasal dari Eropa yang diadopsi masuk ke Indonesia. Di sana lebih berbentuk kubus, tanpa menggunakan atap, simpel, praktis tanpa sekat.

2. John Pawson dianggap sebagai guru "minimalisme" yang menghadirkan desain rumah minim garis, hening, dan indah.

3. Tahun 90-an gaya minimalis mulai muncul. Sebelumnya dikenal dengan gaya mediterania dengan rumah warna krem, peach, dan biru laut. Dindingnya dilumuri pasir dipadu dengan batu alam.

4. Warna-warna cerah (merah, oranye, kuning) pada beberapa bidang ekspos akan memperkuat aksen rumah minimalis. "Warna tersebut menjadi titik pusat perhatian," jelas Nadia.

5. Taman menambah kelembutan terhadap kekakuan bentuk bangunan minimalis. Misalnya, tanaman papirus, pepohonan yang rindang, atau halaman berumput.

Rumah dengan Gaya Minimalis

Rumah dengan Gaya Minimalis

Saat ini kata ‘minimalis’ begitu sering kita dengar, terutama jika berhubungan dengan dunia arsitektur dan rumah. Artikel ini mengajak Anda untuk mengetahui apakah minimalis itu sesungguhnya, dan bagaimana mengaplikasikan minimalisme dalam gaya arsitektur rumah Anda.

Gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes terhadap keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan minimalisme ini merupakan gerakan 'back to basic' atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di Amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan zaman modern.

Minimalis kemudian berkembang menjadi sebuah pola pikir, bekerja, dan suatu cara hidup. Dalam dunia arsitektur modern hal ini dilihat sebagai cara pandang baru dalam desain sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan.

Rumah minimalis mengedepankan aspek fungsional. Di rumah minimalis,tiap ruang bisadipastikan memilikifungsi yang jelas.Ruang yang ada di dalamnya betul-betul diperlukan oleh penghuni.


Rumah minimalis jelas akan terasa nyaman untuk ditinggali bagi masyarakat urban yang serba praktis, fungsional, ringan, hemat, dan efisien, karena minimalis adalah pengejawantahan gaya hidup mereka, sesuai dengan kebutuhan fungsi mereka. Simbol gaya hidup metropolis.

Karena itu rumah bergaya minimalis banyak jadi pilihan kaum urban. Dari namanya, rumah minimalis merupakan rumah dengan tampak, struktur, dan tata ruang yang sederhana (minimal). Bentuknya yang simpel dan straight forward membuatnya cocok dengan gaya hidup masyarakat urban. Untuk aplikasi rumah minimalis, tidak terbatas pada ukuran atau luas tanah.

Gaya minimalis di Indonesia sebenarnya telah mengalami perkembangan yang cukup berbeda daripada yang telah dipahami secara internasional sebagai ‘minimalisme’. Gaya yang sesungguhnya pada minimalisme memiliki prinsip 'less is more' yang menggebu-gebu. Prinsip arsitektur modern minimalis ini sebenarnya mengikuti prinsip arsitektur 'form follow function atau bentuk mengikuti fungsi. Karena itu bentuk-bentuk yang tidak perlu dihilangkan.

Tren minimalis yang sekarang hadir di Indonesia bukan merupakan minimalis murni, namun sudah digabungkan dengan berbagai gaya lainnya, seperti modern, mediterranean, atau klasik. Secara umum, gaya minimalis di Indonesia adalah minimalis tropis yang dicirikan dengan adanya teras. Minimalis yang murni tidak mengenal adanya teras.

Di Indonesia, kita mendapati ornamentasi atau hiasan-hiasan masih banyak digunakan, dan minimalisme telah menjadi sebuah gaya arsitektur yang berdiri sendiri, kadang-kadang 'gaya minimalis' dianggap sebagai istilah pengganti untuk 'gaya arsitektur modern'. Hal ini bisa dipahami, karena kebudayaan Indonesia yang sarat dengan ornamentasi atau hiasan.


Arsitektur Minimalis
Minimum is ultimate ornament. Minimum menjadi tujuan sekaligus ornamen itu sendiri yang sederhana dan murni (simple and pure). Garis-garis lurus, bidang-bidang datar yang mulus, terkadang kasar, dan pertemuan bidang yang serba siku tegak lurus. Blocking massa, material, pencahayaan, pengulangan, sirkulasi ringkas, optimalisasi multifungsi ruang dan berurut.

Rumah minimalis pun hadir dengan karakter lebih jelas (bentuk dan ruang geometris, sederhana), lebih baik (kokoh), dan lebih kuat dengan ruang- ruang yang kosong (sedikit ornamen dan perabotan). Prinsipnya semakin sederhana, maka kualitas desain, ruang yang ada, dan penyelesaian bidang struktur harus semakin lebih baik.

Rumah minimalis menekankan bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi ruang.

Bentuk, ukuran, dan tata letak dari rumah bergaya minimalis, seperti untuk ruang tidur, ruang tamu, kamar mandi, atau dapur, secara umum relatif sama dengan rumah bergaya lain seperti modern, mediterranean, atau klasik.

Ciri paling menonjol rumah minimalis semuanya serba simpel, garis tegas, persegi, kotak-kotak, dan serba siku. Bahkan minimalis murni lantai rumah tidak difinishing. Tidak menggunakan keramik, hanya diplester atau diberi tekstur batu. Begitu juga dengan pergola, tidak lengkung, tapi lurus, garisnya tegas, dan simpel.

Inti dari minimalisme itu sebenarnya adalah mendapatkan 'hasil maksimal dari sesuatu yang minimal. Pada akhirnya nilai keindahan rumah minimalis tidak lagi mengandalkan ornamen dan obyek artifisial, tetapi lebih bermakna kepada sebuah kejujuran bentuk, fungsi, dan penjiwaan ruang yang diciptakan. Maka tak heran jika kemudian rumah minimalis menjadi pilihan masyarakat urban yang merindukan kejujuran, kesederhanaan, dan kepolosannya. rumah-ku Budi

Tren Tangga Transparan dalam Rumah Gaya Minimalis

Tren Tangga Transparan dalam Rumah Gaya Minimalis

Siapa bilang tangga tidak bisa menjadi gaya yang bisa menambah cantik dan unik interior rumah kita. Jika kita jeli, tangga tidak hanya akan menjadi penghubung lantai dasar dan lantai di atasnya melainkan juga menjadi cerminan interior penghuninya.

Bila Anda menginginkan unsur kayu, peminat dapat memberikan sentuhan kayu pada tangga. Lain halnya jika Anda menginginkan tangga sebagai penopang yang kuat dan kokoh, jangan ragu untuk membuat tangga berbahan semen solid atau bentonan. Jika anda ingin, gabungan kedua unsur itu bisa menjadi pilihan.

Saat ini, kata pengamat interior Husni, kombinasi antara beton dan kayu inilah yang sedang sangat digandrungi, untuk menghubungkan lantai dasar dan atas rumah bergaya minimalis.

Tangga dibuat dari beton yang setiap anak tangganya menempel ke dinding secara independen sehingga terkesan mengapung diudara dengan menampilkan bentuk yang transparan atau menembus ke ruang lainnya.

Anak tangga sengaja dibuat tipis untuk membuang kesan berat dari beton. Sementara untuk pegangan tangga, Husni menyarankan untuk memadukan unsur kayu dan besi. Besi dipakai untuk tulang penyangga sementara kayu untuk pegangannya. Anak tangga yang menggunakan beton disarankan berbentuk dua tanjangan yang diantaranya memiliki board list atau ruang jeda saat naik.

Board list, selain berfungsi mengurangi lelah saat menapaki tangga, juga bertujuan membuat kecuraman tangga bisa diatur sesuai selera.

Terkait bahan penutup anak tangga, Husni mengungkapkan, gaya minimalis biasanya menutup beton dengan keramik dop atau keramik yang memiliki warna yang buram.

Keramik jenis ini membuat tangga tidak licin. Sementara jika menggunakan keramik bukan dop akan licin dan sudah pasti berbahaya bagi pengguna tangga.

Bagi yang menginginkan unsur kayu mendominasi tangga di rumahnya, Husni menyarankan agar menggunakan kayu Jati. Namun, jika tidak memiliki cukup dana, karena tingginya harga jati, tidak ada salahnya untuk beralih ke kayu Kamper Samarinda, atau kayu jenis Nyaktoh.

Dua jenis kayu ini, selain harganya terjangkau juga memiliki ketahanan yang kuat untuk dijadikan tangga. Tangga kayu, menurut Husni dapat digunakan pada jenis rumah apa pun dengan ukuran rumah yang beragam pula.

Sementara untuk pegangan kayunya bisa memadupadankan kayu dan besi, atau kayu solid yang dibentuk dan dibuat sekokoh mungkin sehingga membuat aman penggunanya.

Penggunaan besi pada tangga kayu, dapat ditempatkan untuk pengaman tangga. Bisa berbentuk kontemporer yang hanya lurus, atau bisa juga memadukannya dengan besi tempa, yang bisa berbentuk bunga atau daun.

Untuk rumah yang memiliki luas memadai, disarankan menggunakan tangga berbahan semen solid atau beton. Itu karena tangga beton biasanya terkesan berat, dan memerlukan ruang yang lebih besar dari pada tangga kayu.

Pegangannya pun bisa murni hanya menggunakan beton, atau memadu padankannya dengan unsur lain, stainles stell, atau besi. Untuk anak tangga bisa digunakan kayu solid atau keramik.

Tangga beton idealnya memiliki lebar 90 centimeter (cm), dengan kedalaman 30 cm sampai 32 cm, dan tinggi 15-20 cm. Dengan ukuran ini, pengguna tangga diharapkan bisa merasa aman dan nyaman.

Agar tangga beton tidak kaku, Husni menyarankan pemilik tangga melapisi anak tangga dengan keramik atau kayu. Jenis kayu untuk anak tangga ini ada dua macam, kayu solid yang dapat dengan mudah diperoleh dipasaran, dan kayu parlet atau kayu olahan pabrik yang kuat dan tahan gores.

Kayu solid dapat ditempelkan ke anak tangga dengan mengelem setiap ujungnya. Untuk mengalihkan kesan tempelan ada list yang bisa menyamarkan tempelan tersebut, siku list direkatkan di antara kayu dan beton.

Parlet berbahan kayu olahan berukuran 20 x 10 cm, digunakan dengan merekatkan setiap ujungnya. Pemasangannya sangat simpel kendati dari segi harga lebih mahal dari pada kayu solid. Untuk diketahui kayu parlet ini masih diimpor dari luar negeri. Bagi anda yang ingin memadupadankan unsur kayu, bnton dan besi, untuk tangga anda, jangan ragu-ragu. Selamat bereksperimen !!! (Yuliana)

Eksklusif, Gaya, dan Praktis

Eksklusif, Gaya, dan Praktis

Pada level tertentu, simbol kekayaan keluarga bisa dilihat dengan jelas dari benda-benda yang dipajang di ruang tamu. Mulai dari televisi hingga lemari pendingin bersesak-sesak memenuhi sebuah ruang tamu keluarga yang dianggap "berada".

GAYA minimalis mulai mewarnai rumah-rumah di Kota Bandung seperti milik Ade Rahmat di kawasan Jln. Aquarius Bandung. Rumah minimalis ini minim dengan berbagai ornamen dan juga perabot di dalamnya. Selain mengutamakan bentuk dasar dan fungsional, barang hanya mengisi sebagian kecil ruang-ruang dalam rumah sehingga terkesan lega.* M. GELORA SAPTA/"PR"

Di level ekonomi lebih atas, banyak rumah dihiasi tangga-tangga melingkar dengan jejeran guci besar dan barang keramik, membuat orang repot saat menitinya.

Sebagian orang kini mulai meninggalkan barang dan suasana yang ribet itu. Mereka lebih suka memilih gaya serbaminimalis, mulai dari rumah, furniture hingga taman. Sesuai namanya, rumah minimalis minim dengan berbagai ornamen.

Begitu juga perabot di dalamnya. Selain mengutamakan bentuk dasar dan fungsional, barang hanya mengisi sebagian kecil ruang-ruang dalam rumah. Kesan lega dan luas terasa sangat kental

Tak takut diberi label miskin karena minim barang? Di sinilah keunikannya. Penampilan serbaminim ini ternyata malah menjadi ciri khas orang berduit. Rumah, taman hingga barang serbaminim melambangkan sang pemilik datang dari kelas eksklusif.

Ini juga bukan sebuah langkah penghematan. Bangunan, taman dan pernak-pernik serbaminimalis ini bahkan bisa membuat pengeluaran menjadi maksimal.

Sebuah rumah bergaya minimalis yang berdiri di atas tanah 126 meter persegi bisa menghabiskan biaya hampir Rp 300 juta. Untuk jenis minimalis ini, hitungan biaya tak bisa dilakukan secara matematis.

Misalnya jika dibangun di atas tanah seluas 500 meter lebih atau tiga setengah kali lipatnya, maka harga tidak otomatis menjadi tiga kali lipat atau sekitar Rp 900 juta. Harga bisa melonjak menjadi lebih dari Rp 2 miliar!

Begitu juga biaya sebuah taman minimalis. Pada penghitungan pengerjaan taman konvensional, seorang tukang taman biasa menghitung luas atau sempitnya taman sebagai patokan upah kerjanya. Untuk konsep minimalis, patokan itu tak terpakai. Hitungan biaya yang dikeluarkan sangat tergantung dari material yang digunakan.

Konsep minimalis berarti material yang dipakai minimal juga jenisnya. Namun setiap unsur harus menonjol. Unsur-unsur yang harus menonjol itulah yang biasanya merupakan barang mahal. Untuk taman misalnya, agar tampak bersih dan berkilau maka digunakan koral jenis kristal.

Untuk bangunan, minimalis ditandai dengan garis-garis tegas. Arsitek yang juga dosen di Universitas Parahyangan Bandung, Arief Sabarudin, menjelaskan konsep minimalis.

"Minimalis berarti mengurangi hal-hal yang sifatnya ornamental, dengan tujuan menyederhanakan karakter bangunan. Bangunan kembali ke bentuk-bentuk dasar. Biasanya dilakukan dengan permainan karakter bahan, untuk membedakan bidang atau massa. Pada konsep minimalis yang dilakukan adalah permainan warna dan bahan," kata Arief.

**

Praktis, bersih , simpel dan tak usah repot bersih-bersih rumah. Itulah rata-rata alasan yang dikemukakan para penikmat gaya minimalis ini. "Mereka umumnya adalah pengusaha muda atau eksekutif muda yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehari-hari," kata Andie dari "X-otic Landscape & Aquascape", arsitek yang mulai mengkhususkan diri pada taman minimalis.

"Umumnya klien saya membuat gaya minimalis ini karena tak mau repot mengurusnya. Dengan kegiatan yang begitu banyak, mereka tak sempat memikirkan urusan tetek bengek mengurus rumah," ujar Andie.

Sebut saja Rudi Chandra (27). Untuk menyisihkan waktunya bagi acara wawancara, Rudi mengalami kesulitan. Konsultan bangunan ini sempat menunda beberapa kali karena kesibukan pekerjaannya.

Soal kenikmatan menghuni rumah yang serbaminimal ini sudah dirasakan oleh Rudi. Lelaki yang baru saja menikah ini sebelumnya memang sudah pernah menikmati nyamannya rumah minimalis. "Rumah orang tua saya juga bergaya minimalis. Model minimalis punya ciri khas, bersih dan simpel. Itu yang saya suka," kata Rudi.

Jadi ketika ia memutuskan akan menikah, yang berkelebat dalam benaknya adalah rumah dengan gaya minimalis. Dalam waktu sembilan bulan, ia ngebut membangun rumahnya yang terletak di kawasan elite Bandung utara.

"Blong, tidak bersekat-sekat, sehingga membuat sirkulasi udara lebih bagus." Alasan Ade Rahmat (42), karyawan yang bekerja di perusahaan penerbit surat kabar, memilih rumah bergaya minimalis.

Demi selera yang kebetulan sama dengan sang istri, Ade memutuskan "membabat" habis rumahnya di jalan Aquarius, Turangga Bandung. Selain rumah, Ade membuat rumahnya matching dengan taman bertema minimalis juga. Berada di kompleks yang dibangun pengembang dengan konsep lama, rumah minimalis Ade tampak menonjol. Sungguh sedap dipandang mata. Biarpun minimalis, fungsinya sangat maksimal. Di rumah Ade juga terdapat fasilitas air panas dalam bentuk whirlpool.

Ada pula Rincan (30), wiraswastawan. Sudah tiga tahun ini ia sibuk mengutak-atik rumah yang dibelinya dari pengembang di kompleks perumahan Taman Kopo Indah Bandung. Ketika ia beli, rumah tersebut masih bergaya Eropa. Lamanya waktu membangun bukan karena ia seorang perfectionist.

"Bukan apa-apa. Pembangunannya sangat tergantung pada dana. Kalau sudah tak ada uang, berhenti dulu, kalau sudah ada lagi ya diteruskan," kata Rincan sambil tertawa.

Ia tidak takut saat rumahnya sudah beres, tren minimalis sudah lenyap. "Gaya minimalis hampir sama dengan jenis klasik, bersifat abadi. Bukan hanya semusim," ujar Rincan.

Rincan membandingkannya dengan model rumah Spanyol yang pernah naik daun beberapa belas tahun ke belakang. "Trennya hanya sebentar,"katanya.

Membaca kebutuhan kalangan berduit ini, pengembang di Bandung pun jeli memanfaatkan peluang. Di Bandung setidaknya tiga buah kompleks perumahan dibangun dengan konsep minimalis yaitu Metro Regency Margahayu Raya, Kota Baru Parahyangan (sebagian) dan Town House Ciumbuleuit.

Minimalis, Konsep Rumah Tahun 2008

Minimalis, Konsep Rumah Tahun 2008

PERGANTIAN tahun biasanya akan diiringi dengan munculnya gaya, mode, atau tren baru. Demikian juga dengan rumah. Datangnya tahun 2008 juga akan ditandai dengan munculnya gaya rumah yang baru, yaitu gaya minimalis. Secara perlahan, gaya minimalis ini akan menggantikan gaya mediterranean yang muncul sejak akhir tahun 1990-an.

Manajer pelayanan masyarakat Perumahan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Dhony Rahajoe menuturkan, munculnya gaya minimalis berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

"Idealnya setiap rumah dibangun sesuai dengan keinginan setiap penghuninya sehingga rumah itu akhirnya mencerminkan bagaimana pemiliknya. Namun hal itu sulit dilakukan para pengembang karena mereka membangun rumah secara massal. Sebagai jalan tengah dari masalah ini, pengembang lalu membangun rumah dengan memerhatikan tren yang berkembang di masyarakat di mana tren itu dianggap sebagai pola keinginan masyarakat secara umum," papar Dhony.

Saat ini, lanjut Dhony, tren yang muncul di masyarakat adalah yang serba mudah, praktis, sederhana, dan cepat. "Masyarakat sekarang senang dengan telepon genggam yang mungil namun dilengkapi kamera dan PDA. Televisi juga yang tipis dan tanpa tabung hingga dapat ditempel di dinding atau di balik pintu. Sedangkan komputer yang beratnya di bawah satu kilogram hingga dapat dibawa ke mana-mana," ujar Dhony.

"Pakaian juga yang bercorak sederhana namun nyaman dipakai dan berkualitas baik. Orang sekarang juga banyak mencari perabot rumah tangga yang praktis dan tanpa banyak motif," tambah Dhony.

Gaya rumah minimalis, tutur Dhony, hadir untuk menyesuaikan tren hidup masyarakat seperti tersebut di atas. "Sesuai dengan namanya, rumah bergaya minimalis ini bentuknya memang betul-betul minimalis," ucap Dhony.

Bentuk minimalis yang dimaksud Dhony tentunya tidak berarti rumah tersebut menghilangkan sejumlah fungsinya. Bentuk, ukuran, dan tata letak dari rumah bergaya minimalis, seperti untuk ruang tidur, ruang tamu, kamar mandi, atau dapur, secara umum relatif sama dengan rumah bergaya lain seperti modern, mediterranean, atau klasik.

Perbedaannya, rumah bergaya minimalis dengan gaya yang lain ini hanya terletak pada aksesorinya. "Dalam rumah bergaya minimalis, semua aksesori dibuat secara sederhana sesuai dengan fungsinya. Jendela ya jendela saja, tanpa ornamen. Demikian juga dengan pintu dan lainnya," tegas Dhony.

Dalam konteks ini, lanjut Dhony, maka gaya minimalis akan menghilangkan hiasan batu tempel seperti yang banyak dipasang dalam dinding rumah bergaya mediterranean. Dinding rumah bergaya minimalis akan polos dengan cat berwarna putih atau logam.

Pilar tinggi besar yang dipenuhi ornamen seperti dalam rumah bergaya klasik juga akan hilang dalam rumah bergaya minimalis. Kalaupun ada pilar, dalam gaya minimalis pilar tersebut hanya kecil dan tanpa ornamen.

Budiarsa Sastrawinata, Direktur Utama Ciputra Residence yang sekarang mengembangkan kompleks Perumahan Citra Raya di Cikupa, Tangerang, dengan lahan seluas 2.760 hektar menambahkan, rumah bergaya minimalis merupakan fenomena umum yang sudah dilakukan di banyak negara, seperti Eropa dan Amerika.

"Dalam konsep minimalis rumah memang akan tampak lebih sederhana. Meski demikian tidak berarti rumah bergaya minimalis lebih mudah dibuat. Justru sebaliknya, pengerjaan rumah bergaya itu harus lebih hati-hati, karena salah sedikit saja akan terlihat jelas. Sebab tidak ada ornamen yang menutupinya," ujar Budiarsa.

Sementara itu Direktur Umum Pengembangan Bisnis Ambassador Gading Serpong, pengembang Kompleks Perumahan Gading Serpong, Tangerang, Aryo Ananto mengatakan, tren minimalis yang sekarang hadir di Indonesia sebenarnya bukan minimalis murni. Namun sudah digabungkan dengan berbagai gaya lainnya, seperti modern, mediterranean, atau klasik. "Secara umum, gaya minimalis di Indonesia adalah minimalis tropis yang dicirikan dengan adanya teras. Minimalis yang murni tidak mengenal adanya teras," jelas Aryo.

MENURUT Aryo, rumah bergaya minimalis cocok untuk keluarga muda yang sedang merintis karier. "Jika dilihat dari segi usia, segmen pasar minimalis ini adalah mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Mereka sudah mempunyai karier dan masa depan yang mantap, tetapi belum berada di puncak karier. Jika memiliki anak, anak mereka paling besar baru sekolah di sekolah dasar," ucap Aryo.

"Tiadanya ornamen yang rumit membuat rumah bergaya minimalis lebih mudah ditata dan dibersihkan. Ini cocok dengan kebutuhan orang-orang berusia di bawah 40 tahun yang masih sibuk berkarier hingga hanya punya sedikit waktu mengurus rumah," tambah Aryo.

Untuk keluarga yang secara usia dan ekonomi sudah mapan, lanjut Aryo, tetap akan mencari rumah bergaya klasik yang dicirikan dengan adanya ornamen yang rumit, pilar-pilar yang besar, dan biasanya memiliki lebar di atas 10 meter. Pasalnya rumah bergaya klasik ini dapat menunjukkan kesuksesan mereka.

Oleh karena pangsa pasar utama rumah bergaya minimalis adalah keluarga muda yang sedang memburu karier, harganya juga disesuaikan dengan kantong mereka. Di kompleks perumahan Gading Serpong, gaya minimalis ini dihadirkan dalam tiga tipe rumah di cluster Jerman, yaitu tipe Munich, Hamburg, dan Berlin. Rumah bertipe Munich dijual dengan harga sekitar Rp 280 juta untuk bangunan berukuran 75 meter persegi dan luas tanah 90 meter persegi. "Sekarang tipe itu sudah habis terjual, dan yang beli sekitar 80 persen di antaranya merupakan keluarga muda," kata Aryo.

Wednesday, December 12, 2007

Kini, taman relief mulai tergeser oleh kehadiran taman minimalis.

Kini, taman relief mulai tergeser oleh kehadiran taman minimalis.

Di rumah-rumah yang berlahan cukup luas, keberadaan taman seperti sebuah keniscayaan. Taman yang asri akan membuat penghuni makin nyaman berada di rumah. Lantas, taman seperti apa yang cocok untuk hunian Anda?

Menjelang tahun 1990-an, taman relief tampil sebagai bentuk taman yang paling digemari. Keberadaannya seolah ikut menegaskan status sosial pemilik rumah. Maklum saja, untuk membuatnya diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun, hasilnya seimbang. Rumah tampak lebih mewah, asri, dan tentunya natural.

Pada masanya, taman relief tampil dengan cirinya yang khas. Ada bebatuan berbentuk ceruk-ceruk tebing, air terjun mini, dan aneka tanaman hias disusun sebagai aksen. Biasanya, taman relief dipasangkan dengan kolam. ''Otomatis, perawatannya lebih rumit lantaran serangan lumut,'' jelas Farah Fakhriyah, arsitek yang menekuni bidang pertamanan (lanskap).

Kini, model taman relief seperti itu sudah tergolong usang. Yang belakangan makin mendapat tempat di hati masyarakat adalah taman minimalis. ''Kemungkinan besar, taman relief sekarang cuma ada di rumah-rumah lama,'' imbuh Farah.

Bisa dibilang, inilah metamorfosis taman relief. Seiring perkembangan arsitektur lanskap, taman relief pun menemukan bentuk baru. ''Menyesuaikan dengan tren arsitektur, taman minimalis makin disukai,'' kata alumnus Universitas Pancasila, Jakarta, ini.

Taman minimalis, lanjut Farah, tidak begitu rumit untuk diwujudkan. Luas lahan pun tak mesti menjadi kendala. ''Lahan luas ataupun kecil bisa dijadikan area taman.''

Meski begitu, jika bidang yang tersedia terlampau kecil, pesona taman tidak akan terpancar optimal. Lahan yang amat terbatas membuat taman kelihatan sempit. ''Agar lebih indah, tentu dibutuhkan luas tanah yang memadai,'' ucap Farah.

Taman akan terlihat lebih menawan jika diletakkan di posisi pinggir. Lahan berbentuk huruf 'L' dengan lebar antara dua sampai tiga meter, cukup ideal untuk dijadikan taman. ''Di bawahnya dapat disediakan kolam seperti gaya zaman dulu ataupun rumput,'' papar arsitek dari perusahaan jasa konsultasi arsitektur PT Genta Cipta Design ini.

Unsur bebatuan alam
Seperti halnya taman relief model lama, taman minimalis juga kerap melibatkan unsur bebatuan alam. Ciri inilah yang membuatnya seolah menjadi kelanjutan gaya taman relief terdahulu.

Meski disebut taman minimalis, tren sekarang sejatinya bukan murni minimalis. Sebab, taman minimalis lebih kental dengan permainan beton atau kaca. ''Yang saat ini digandrungi ialah taman minimalis dengan campuran unsur etnik Bali,'' urai Farah.

Unsur Bali tampak melalui penggunaan batuan alam. Perpaduan gaya minimalis dan etnik menyembulkan kesan tersendiri. ''Hunian terasa dingin dan sejuk.''

Nuansa yang lebih memukau bisa diciptakan dengan permainan air terjun. Agar terlihat lebih alami, tebarkan bebatuan di dasar dan sekitar air terjun. ''Untuk batunya bisa dipakai koral abu-abu atau warna-warni serta batu flores hijau.'' Jangan lupa, tampilkan pula beberapa tumbuhan air. ''Tumbuhan air seperti teratai kecil dapat disertakan sebagai pemanis,'' Farah berbagi tips.

Taman serupa juga dapat dibangun di dalam rumah. Keberadaannya membantu melunakkan dan menyegarkan bangunan bergaya minimalis. ''Kesannya, rumah menjadi lebih terbuka. Soalnya, hunian minimalis biasanya miskin jendela bukaan besar,'' kata Farah yang tengah menggarap taman dalam di Klinik Pasutri milik dr Boyke Dian Nugraha SpOG.

Membuat sendiri
Walau tak lagi menjadi tren, sah-sah saja bila Anda ingin mempercantik hunian dengan taman relief. Anda ingin membuat sendiri? Menurut Farah, bisa saja. Namun, jika tidak mengerti triknya, risiko gagal cukup besar. ''Untuk membuat air terjun misalnya, ada teknik yang mesti dikuasai.''

Risiko apa yang mungkin dihadapi oleh mereka yang tidak ahli membuat taman relief? Kebocoran paling sering terjadi. Selain itu, air bisa jadi tak mengalir dengan semestinya. ''Pengerjaan bebatuannya mungkin juga tidak rapi. Otomatis, pemilik rumah akan mengeluarkan biaya lebih banyak.''

Selain air terjun, salah satu elemen yang sangat penting ditambahkan pada taman relief adalah lampu sorot. ''Penempatannya bisa dari dalam air atau dari bebatuan ke dinding relief. Efeknya sangat dramatis dan lebih hidup,'' komentar Farah.

Jika Anda berminat membuat taman relief, jatuhkan pilihan pada taman relief modern. Taman jenis ini cenderung mudah dirawat. Terlebih, bebatuan yang dipakai sebagai relief telah dilapisi bahan tahan air. Alhasil, Anda akan lebih mudah membersihkannya. ''Cukup dibersihkan dengan sikat ketika mulai ditempeli lumut.'' Gampang, kan?

Tuesday, December 11, 2007

Berencana Merenovasi Rumah?

Berencana Merenovasi Rumah?

ANDA punya rencana merenovasi rumah dalam waktu dekat ini? Jika ya, kiat-kiat apa saja yang dapat dipertimbangkan sebelum Anda sekeluarga merenovasi sedikit, sebagian atau seluruh rumah?

PEMAHAMAN renovasi rumah sendiri bisa berbeda-beda. Pada dasarnya, renovasi bertujuan memperbaiki bagian rumah yang rusak, mengembalikan atau mengubah, dan atau menambah fungsi semula ruangan atau rumah secara keseluruhan.

Perubahan atau penambahan pada bagian rumah membutuhkan pekerjaan renovasi rumah. Pada saat pengambilan keputusan renovasi, sebaiknya melibatkan usulan dan masukan dari seluruh anggota keluarga, yaitu bapak, ibu, dan anak, secara musyawarah. Keterlibatan mereka semua setidaknya merupakan bukti pengakuan keberadaan mereka semua sebagai penghuni rumah tersebut.

Renovasi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing- masing anggota keluarga. Keterbatasan lahan dan ketersediaan ruang yang sempit membuat rencana renovasi rumah harus disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masing- masing anggota keluarga.

Jika Anda keluarga muda, yang dibutuhkan adalah ruang bermain yang lapang bagi balita dan anak-anak. Penyatuan ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan akan memberikan ruang bermain yang lapang dan aman.

Apalagi jika di depan rumah tidak tersedia taman bermain atau lingkungan jalan yang kurang aman untuk bermain anak-anak.

Bagi keluarga yang memiliki anak remaja, alias anak baru gede (ABG), ruang yang dibutuhkan adalah ruang berkumpul buat ngerumpi, bernyanyi, dan bermusik yang membutuhkan privasi tersendiri. Kamar tidur yang lega merupakan tempat paling favorit untuk berkumpul dan belajar bersama teman-teman sekolah. Carport, garasi dan teras depan juga dapat dikembangkan sebagai tempat nongkrong mereka. Untuk bapak dan ibu tentu yang dibutuhkan adalah ruang keluarga dan ruang kerja yang nyaman. Buat bapak ibu yang sudah sepuh, ruang bersantai yang tenang tentu lebih diutamakan.

Pada umumnya, alokasi anggaran renovasi rumah yang tersedia terbatas sehingga segala sesuatunya harus hemat, efisien, dan optimal. Langkah taktis berikutnya ialah buat prioritas apa yang akan direnovasi terlebih dahulu dan apa alasannya. Mulai dari kerusakan parah bagian rumah seperti atap bocor atau dinding retak, kebutuhan mendesak akan ruang bagi anggota keluarga, sampai dengan hanya ingin mengganti suasana rumah (cat, keramik, dan perabot) yang dianggap mulai membosankan.

PEMILIHAN gaya rumah yang sangat dipengaruhi tren juga harus dipikirkan masak-masak seluruh anggota keluarga. Ada rumah berkonsep alami, modern, kontemporer, mediterania, futuristik, dan masih banyak lagi. Penetapan gaya apa yang akan diambil jelas akan mempengaruhi suasana apa yang kelak tercipta setelah renovasi. Gaya pun mempengaruhi jenis bahan material bangunan, mulai dari cat, keramik, tirai jendela, dan perabotannya, serta tanaman apa yang akan dibeli. Ujung-ujungnya pemilihan gaya juga harus realistis dengan anggaran renovasi yang telah disediakan. Berdasarkan pengalaman, tren gaya biasanya tidak akan bertahan lama, masyarakat mudah jenuh. Renovasi gonta-ganti gaya suasana rumah juga akan lebih memboroskan kocek keluarga. Pemilihan suasana rumah bergaya alami terbukti lebih bertahan lama. Apalagi, konsep gaya hidup kembali ke alam (back to nature) juga tengah menjadi tren kembali di kota-kota besar.

Berapa lama waktu pekerjaan renovasi akan diperlukan? Ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang terbatas. Pekerjaan renovasi pada hampir seluruh rumah maupun hanya sebagian rumah jelas akan mengganggu kegiatan penghuni, seperti suara bising dan debu, terutama jika ada anggota keluarga balita atau alergi debu. Hal yang perlu dipikirkan pula jika penghuni rumah terpaksa untuk sementara pindah rumah, mengungsi di pondok mertua indah atau kontrak rumah di sekitar rumah ada. Itu berarti perlu ada pengeluaran ekstra untuk sewa rumah dalam jangka waktu tertentu.

Berapa tenaga kerja yang dibutuhkan untuk renovasi? Ini berhubungan dengan faktor keamanan dan kecepatan kerja renovasi. Apa perlu jasa konsultan atau akan dimandori sendiri atau mau dikerjakan sendiri bersama anggota keluarga. Renovasi sederhana dapat melibatkan seluruh anggota keluarga, sekaligus melatih kekompakan keluarga. Apa pun yang anda pilih, jaminan kualitas hasil renovasi harus berselera tinggi karena anda telah mengeluarkan biaya cukup lumayan untuk merenovasi rumah. Hasil yang berselera tinggi tentu merupakan prestasi tersendiri dan tidak sia-sia usaha renovasi anda, apalagi saat mendapat pujian kekaguman dari sanak saudara atau teman saat bertandang ke rumah anda.

SEBAGAI warga masyarakat sadar hukum dan toleran jika Anda akan merenovasi besar seperti meningkat atau membongkar, sebaiknya memohon izin kepada dinas terkait dan ketua RT setempat. Tetapi, jika hanya ingin renovasi kecil, hal yang sering terabaikan adalah tidak ada ruginya anda memberitahukan kepada ketua RT dan terutama tetangga sebelah kiri, kanan, depan, dan belakang rumah.

Bagaimanapun kegiatan renovasi tersebut akan menimbulkan dampak negatif terhadap tetangga sekitar, seperti suara bising, debu, dan penimbunan material. Ini penting apalagi kalau ada tetangga sebelah memiliki balita atau para manula, atau sedang sakit gigi, kepala atau ada yang alergi debu, bisa runyam urusannya.

Bagi yang memiliki rumah tumbuh tentu tidak menjadi bermasalah saat hendak menambah ruang atas. Lain halnya dengan rumah kebanyakan yang masih berlantai satu dengan konstruksi sederhana. Harap diingat, setelah dihitung- hitung besar biaya rencana renovasi rumah dengan meningkat ke atas terkadang besar biaya renovasi bisa setara dengan harga satu rumah yang sederhana pula.

Apalagi harga bahan bangunan yang cenderung terus berubah-ubah naik setiap tahunnya. Boleh jadi dana yang tersedia dapat digunakan untuk membeli rumah baru ataupun lama dengan bangunan dan ruang yang lebih lengkap, serta dimungkinkan untuk direnovasi sesuai kebutuhan keluarga. Ini akan lebih menghemat uang anda.

NAMUN demikian, keterbatasan dana jangan sampai menghalangi niat anda sekeluarga untuk merenovasi rumah secara bertahap, sesuai prioritas kebutuhan seluruh anggota keluarga. Untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah, optimalisasi lahan dan multifungsi ruang merupakan salah satu jalan keluar terbaik.

Renovasi horizontal rumah lebih menekankan pada penambahan bangunan baru yang biasanya mengambil lahan jatah taman.

Efisiensi pembagian dapat dilakukan melalui penyatuan multi fungsi ruang, dapat berupa penyatuan garasi, teras depan, ruang tamu dengan taman depan; ruang tamu keluarga, ruang keluarga, ruang makan dengan ruang dapur bersih; serta dapur kotor, ruang cuci dan jemur, taman belakang dengan kamar pembantu (jika ada). Jika tetap ingin mempertahankan privasi, penghuni masih dapat menyekat ruang dengan lemari.

Renovasi atap dengan penghilangan eternit akan memberikan ruang dalam yang lebih lega, ventilasi udara yang lebih lancar, dan penerangan alami dari sinar matahari yang lebih terang, serta dapat menekan pemakaian AC (air conditioner), dan lampu di siang hari. Hasil renovasi, rumah anda menjadi lebih hemat listrik dan ramah lingkungan.

Renovasi vertikal rumah, yaitu peningkatan atau penambahan ruang atas merupakan pilihan alternatif terakhir.

Pembongkaran atap atas merupakan kegiatan yang memerlukan biaya yang cukup besar, waktu cukup lama, dan tenaga kerja yang relatif tidak sedikit. Namun demikian, jika hanya ingin penambahan ruang atas saja masih dapat dimungkinkan, selama kemiringan atap rumah dan ruang atap yang ada cukup memadai orang untuk bergerak cukup leluasa.

Selamat merenovasi rumah.

NIRWONO JOGA Arsitek Lansekap